Salam Hangat... ^_^

mohon kritik dan saran dari pembaca yang baik hati...(◦'⌣'◦)

Selasa, 15 Mei 2012

POLIMER: Poli Etilen Glikol (PEG)


Polimer
Polimer terdiri dari sejumlah besar satuan monomer  yang terhubung satu sama lain dalam sebuah rantai panjang. Molekul polimer dapat berupa rantai lurus atau bercabang, rantai lurus atau bercabang yang dihubungkan oleh cross-link. Luas cross-link mengarah pada bentuk tiga dimensi dan sering kurang atau tidak larut.[2]
Salah satu contoh polimer  yakni poli etilen glikol (PEG)
Poli Etilen Glikol (PEG)
PEG adalah
bahan kimia, putih seperti lilin yang menyerupai paraffin. Berupa bentuk padat dalam pada suhu kamar,mencair pada suhu 104°F, memiliki berat molekul rata-rata 1000, mudah larut dalam air hangat, tidak beracun, non-korosif, tidak berbau, tidak berwarna dan memiliki titik lebur yang sangat tinggi (580°F). [3]
Polietilen glikol tersedia dalam berbagai macam berat molekul mulai dari 200 sampai 8000. PEG yang umum digunakan adalah PEG 200, 400, 600, 1000, 1500, 1540, 3350, 4000, 6000 dan 8000. Pemberian nomor menunjukkan berat molekul rata-rata dari masing-masing polimernya. Polietilen glikol yang memiliki berat molekul rata-rata 200, 400, 600 berupa cairan bening tidak berwarna dan yang mempunyai berat molekul rata-rata lebih dari 1000 berupa lilin putih, padat dan kekerasannya bertambah dengan bertambahnya berat molekul.
Senyawa PEG juga dikenal sebagai PEO (polietilen oksida) dan POE (polioksieltilen).
Sekilas PEG tampak seperti molekul yang sederhana. PEG tersedia dalam bentuk lurus maupun bercabang dalam berbagai ukuran, larut dalam air terutama dalam pelarut organik. Meskipun tampak sederhana molekul ini merupakan fokus dari banyak kepentingan dalam masyarakat di bidang bioteknik dan biomedis.[1]
Hal ini dikarenakan sifat PEG yang sangat efektif di lingkungan yang berair. Sifat ini diartikan sebagai penolakan protein, pembentukan dua fase sistem polimer yang berbeda. Selain itu, polimer tidak bersifat racun dan tidak membahayakan protein aktif atau sel walaupun polimer sendiri berinteraksi dengan membran sel. Hal ini tergantung pada penyiapan modifikasinya secara kimia dan keterikatannya pada molekul lain dan permukaan. Ketika melekat pada molekul polimer lainnya memiliki pengaruh pada sifat kimia dan kelarutan molekul tersebut.[1]
Sifat lainnya yakni: larut air, berikatan dengan protein dan biomolekul laiinya untuk agregasi dan meningkatkan kelarutan, sangat fleksibel, member perawatan terhadap permukaan atau biokonjugasi tanpa adanya halangan sterik.[5]
Aplikasi Umum
Dalam industry farmasi PEG digunakan untuk melarutkan obat-obat yang tidak larut air. Penggunaan PEG sebagai pelarut juga dapat meningkatkan penyebaran obat di dalam tubuh manusia. PEG dapat digunakan untuk melapisi kaca atau metal dan sebagai campuran cat serta tinta. Di dalam kehidupan sehari-hari PEG juga dimanfaatkan untuk pembuatan kosmetik, perlengkapan mandi dan alat-alat rumah tangga. Selain itu, PEG jugs banyak dimanfaatkan dalam industry kertas, bahan karet, kulit dan tekstil.[4]
Pemanfaatan PEG : sebagai basis suppositoria
Dalam bidang farmasi kita mengenal sediaan suppositoria, sediaan obat berbentuk padat yang diberikan melalui rektal (anus), vagina, atau uretra. Seperti yang kita ketahui bahwa sediaan suppositoria merupakan sediaan yang mudah meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh  dan dapat meleleh di tangan saat akan digunakan sehingga harus disimpan pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh (di kulkas), dalam pembuatan harus diperkirakan titih lelehnya dan penentuan basis ataupun campuran basis suppositoria yang tidak mengganggu pelepasan bahan obat.
Poli Etilen Glikol (PEG) dalam hal ini sangat memungkinkan untuk menjadi solusi beberapa hal mengenai suppositoria di atas.
Sifat kekerasan PEG yang semakin meningkat dengan semakin meningkatnya berat molekulnya dapat digunakan untuk dijadikan bahan dasar ataupun campuran bahan dasar sediaan suppositoria, tanpa khawatir sediaan suppositoria yang dihasilkan nantinya tidak akan meleleh karena PEG juga memiliki sifat sangat efektif pada lingkungan yang berair dan didukung lagi oleh sifat PEG lainnya yakni tidak beracun, non-korosif dan tidak berbau. Sehingga penggunaan PEG untuk basis maupun campuran bahan dasar suppositoria sangatlah menguntungkan.
Keuntungan PEG sebagai basis suppositoria:
-        Stabil dan inert
-        Polimer PEG tidak mudah terurai
-        Mempunyai rentang titik leleh dan kelarutan yang luas sehingga memungkinkan formula suppositoria dengan berbagai derajat kestabilan panas dan laju disolusi yang berbeda
-        Tidak membantu pertumbuhan jamur
Kerugian PEG sebagai basis suppositoria:
-        Secara kimia lebih reaktif daripada basis lemak
-        Dibutuhkan perhatian lebih untuk mencegah kontraksi volume yang membuat bentuk suppositoria rusak
-        Kecepatan pelepasan obat larut air menurun dengan meningkatnya jumlah PEG dengan  BM tinggi
Kombinasi jenis PEG dapat digunakan sebagai basis suppoositoria dan memberikan keuntungan sebagai berikut :
-        Titik lebur suppositoria dapat meningkat sehingga lebih tahan terhadap suhu ruangan yang hangat
-        Pelepasan bahan obat tidak lagi tergantung pada titik lelehnya
-        Stabilitas fisik dalam penyimpanan akan lebih baik
-        Sediaan suppositoria akan segera bercampur dengan cairan rektal






SUMBER:
[1] Attwood, D and Florence, A. T., (2008). Fast Track, Physical Pharmacy. Cornwall: Pharmaceutical Press.
[2] Harris, J. M. (1992). Poly (ethylene glycol). New York: Plenum Press.
[3] Mitchell, H. L. (1972). How PEG Helps the Hobbyist Who Work With Wood. U. S. Departement of Agriculture.


1 komentar: