Salam Hangat... ^_^

mohon kritik dan saran dari pembaca yang baik hati...(◦'⌣'◦)

Selasa, 22 November 2011

Karya Ilmiah berdasarkan "telaah pustaka"

KARYA ILMIAH
DAUN PEPAYA SEBAGAI OBAT MALARIA



DISUSUN OLEH:
Dianita Harahap                  (101501029)
Romastauli. M                      (101501030)
G.S. Marta O.Nababan         (101501032)
Yogi Satria Parada              (101501036)
Yoan Handoko                     (101501039)
Mita Joselin                         (101501040)
Arie Anshari Rambe           (101501086)
Arum Cahya Mentari          (101501087)
Ridha Rahimah                    (101501088)
Hendrik                                (101501090)
Vera Susanti                        (101501093)








FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

PRAKATA
Puji dan Syukur Kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, Kami tim penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Manfaat Daun Pepaya sebagai Anti Malaria” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan motivasi yang luar biasa kepada masyarakat umum untuk memanfaatkan segala sesuatu yang dirasa tidak berguna menjadi suatu hal yang berguna dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Daun pepaya banyak terdapat di seluruh belahan  Indonesia dan banyak manfaatnya tetapi kurang dimaksimalkan se-optimal mungkin dan banyak orang yang tidak mengetahui khasiat dari tanaman ini.
Karya Ilmiah yang Kami susun ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, Kami tim penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan pembuatan karya ilmiah selanjutnya.
Akhirnya, Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Ibu Dardanila sebagai dosen mata kuliah Bahasa Indonesia, yang telah memberikan dukungan serta motivasi yang kuat untuk menyelesaikan karya ilmiah ini.


Medan, 23 November 2011
Penyusun


DAFTAR ISI

Prakata
Daftar Isi
BAB I   : PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang dan Masalah
1.2  Ruang Lingkup Permasalahan
1.3  Landasan Teori
1.4  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.5  Metode dan Teknik Penelitian

BAB II  : TINJAUAN PUSTAKA
            DAUN PEPAYA SEBAGAI OBAT MALARIA
                        2.1 Tanaman Pepaya
                        2.2 Kandungan Kimia Daun Pepaya
                        2.3 Khasiat Daun Pepaya
                        2.4 Cara Penggunaan Daun Pepaya Sebagai Obat

BAB III : KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang dan Masalah
1.1.1        Latar Belakang
Dalam pengobatan tradisional, bagian-bagian tanaman papaya banyak yang digunakan. Pada masa pendudukan Jepang dulu, ketika obat sukar diperoleh, penderita penyakit malaria selalu diobati dengan minuman perasan daun papaya. Rasanya memang pahit, tetapi demamnya jadi sembuh. Rasa pahit ini disebabkan oleh kandungan alkaloid carpain (C14H25NO2) yang banyak terdapat pada daun muda. Alkaloid ini dapat menurunkan tekanan darah dan membunuh amuba.
Pada 2005, jumlah pasien malaria di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, mencapai 7.760 orang. Dari jumlah itu sebanyak 1.296 pasien berasal dari Kecamatan Kairatu. Itulah sebabnya kecamatan itu menjadi salah satu kawasan endemik malaria dengan prevalensi 2,42%. Untuk mengatasi penyakit akibat infeksi Plasmodium sp itu warga Kairatu mengonsumsi air rebusan daun pepaya Carica papaya. Resep turun-temurun itu terbukti secara empiris ampuh mengatasi malaria.
Fenomena itulah yang mendorong Johanis Fritzgal Rehena, periset dari Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura melakukan penelitian untuk membuktikan keampuhan daun tanaman anggota famili Caricaceae itu sebagai antimalaria. Ia menguji khasiat daun pepaya secara in vitro dan in vivo.

1.1.2        Masalah
         i.            Bagaimana deskripsi tanaman papaya?
       ii.            Zat berkhasiat apa yang terkandung dalam daun pepaya?
      iii.            Bagaimana mekanisme daun pepaya menjadi obat antimalaria?
     iv.            Bagaimana cara mengolah daun pepaya menjadi obat anti malaria?



1.2              Ruang Lingkup Permasalahan
Ruang lingkup permasalahan makalah ini adalah pemanfaatan salah satu organ dari tumbuhan pepaya, yaitu bagian daun. Dimana daunnya memiliki banyak khasiat, salah satu manfaat yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai anti malaria.

1.3              Landasan Teori
Menurut G. Kartasapoetra (1998):
Di berbagai tempat di tanah air kita banyak memanfaatkan daun pepaya sebagai lalapan atau sayuran, dengan terlebih dahulu direbus untuk mengurangi rasa pahitnya. Kandungan zat yang terdapat pada daun papaya yaitu: alkaloida karpin, glukosida, karpasida, sedikit damar, enzim proteolitik papain. Daun papaya berkhasiat sebagai obat demam, obat disentri dan amara, dengan dosis minimal 0,5 gram sampai 4 gram.

1.4              Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan
i.     untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
ii.    untuk mengetahui zat berkhasiat yang terkandung dalam daun papaya
iii.   untuk mengetahui mekanisme daun papaya menjadi obat anti malaria
iv.   untuk mengetahui cara mengolah daun papaya menjadi obat anti malaria.
1.4.2 Manfaat
Agar diperoleh obat alami sebagai anti malaria selain obat yang berasal dari sintesis kimia.
1.5    Metode dan Teknik Penelitian
Makalah ini disusun berdasarkan penelitian pustaka.


BAB II
DAUN PEPAYA SEBAGAI OBAT MALARIA
2. 1 Tanaman pepaya
2.1.1 Sistematika Tanaman Pepaya
Kedudukan tanaman pepaya dalam taksonomi :
Devisio : Spermatophyta
Sub devisio : Angiospermae
Klassis : Dicotyledonae
Ordo : Cistales
Familia : Caricacecae
Genus : Carica
Species : Carica papaya L. (Van Steenis, 2002)

2.1.2  Nama Lain
Pepaya disebut juga gedang (Sunda), kates (Jawa), peute, betik, ralempaya, punti kayu (Sumatra), pisang malaka, bandas, manjan (Kalimantan), kalujawa (Kalimantan) serta kapalaya kaliki dan uti jawa (Sulawesi). Selain nama daerah pepaya juga mempunyai nama asing yaitu : papaw tree, papaya, papayer, melonenbaum, fan mu gua.
.
2.1.3  Morfologi Tanaman
Pohon biasanya tidak bercabang, batang bulat berongga, tidak berkayu, terdapat benjolan bekas tangkai daun yang sudah rontok. Daun terkumpul di ujung batang, berbagi menjari. Buah berbentuk bulat hingga memanjang tergantung jenisnya, buah muda berwarna hijau dan buah tua kekuningan/jingga, berongga besar di tengahnya; tangkai buah pendek. Biji berwarna hitam dan diselimuti lapisan tipis.

2.2  Kandungan Kimia Daun Pepaya
Daun pepaya mengandung enzim papain, alkaloid karpain, pseudo karpain, glikosida, karposid, dan saponin. Buah mengandung beta karoten, pektin, 5 d-galaktosa, I-arabinosa, papain, kemopapain, lisosim, lipase, glutamine, siklotransferase.
Daun, akar, dan kulit batang Carica papaya mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid, disamping itu daun dan akar juga mengandung polifenol dan bijinya mengandung saponin.
Polifenol dan flavonoid merupakan golongan fenol yang telah diketahui memiliki aktivitas antiseptik. Senyawa flavonoid menurut strukturnya merupakan turunan senyawa flavon golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan C6 – C3 – C6 (cincin benzen tersubstitusi) disambung oleh rantai alifatik 3 karbon, senyawa ini merupakan senyawa flavonoid larut dalam air serta dapat diekskresikan menggunakan etanol 70 %.

2.3  Khasiat Daun Pepaya
Daun pepaya berguna untuk obat panas yang memiliki khasiat menurunkan panas, obat malaria, menambah nafsu makan, meluruhkan haid dan menghilangkan sakit. Juga berguna untuk penyembuhan luka bakar. Selain itu dapat juga sebagai obat cacing kremi, desentri amoba, kaki gajah (elephantois), kejengkolan, perut mulas, kanker dan masuk angin.

2.4 Cara Penggunaan Daun Pepaya Sebagai Obat

Cara penggunaan daun papaya sebagai obat malaria :
  • Ambil daun pepaya sebanyak 2 lembar, kemudian dicuci bersih dengan air (dingin normal, jangan gunakan air panas karena akan mengurangi khasiatnya).
  • Daun pepaya yang masih mentah dan segar ditumbuk sampai halus (daun pepaya jangan direbus atau disiram air panas agar kandungan khasiat alaminya tetap terjaga).
  • Tumbuk halus daun pepaya, diperas sambil disaring (2 daun pepaya menghasilkan kira-kira 2 sendok teh).
  • Air hasil saringan tumbukan daun pepaya ini diminumkan kepada pasien setiap hari (sampai kondisinya benar-benar pulih).
  • Cukup hanya dengan 2 (dua) lembar daun pepaya untuk setiap harinya atau dua sendok teh tiap hari


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Dalam daun papaya terkandung zat berkhasiat yang dapat digunakan sebagai obat malaria yaitu alkaloid carpain (C14H25NO2). Penggunaan daun papaya sebagai obat malaria lebih murah dan lebih aman karena tidak menimbulkan efek samping.
Pengolahan daun papaya menjadi obat malaria tidak membutuhkan proses yang rumit karena cukup direbus dan diambil air rebusan lalu diminum.

3.2 Saran
Sebaiknya ekstrak dari daun papaya yang berfungsi sebagai obat malaria diolah secara teknologi sehingga memudahkan dalam penggunaanya.
Sebaiknya manfaat dari daun papaya lebih disosialisasikian kepada masyarakat agar jumlah penderita malaria dapat ditekan/dikurangi






DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.http://puspa-notes.blogspot.com/2010/10/daun-pepaya-sebagai-
            obat-demam-berdarah.html.20 November 2011
Anonim.2010.http://blogbintang.com/manfaat-daun-pepaya.20 November 2011
Kalie, M. Baga.1999.Bertanam Pepaya.Jakarta : PT. Penebar Swadaya.
Kartasapoetra, G. 1998. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta : Nineka
            Cipta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar